Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Bayu 200 Megawatt Di Banyuwangi

Oplus_131072

BANYUWANGI JATIM radiopena.com – Bupati Kabupaten Banyuwangi Jawa Timur (Jatim) sebut mendukung pengurangan emisi karbon dan transisi menuju energi bersih yang dicanangkan pemerintah pusat. PLTB ini akan berkontribusi pada pasokan energi bersih nasional, ujar Bupati Ipuk Fiestiandani, Senin (17/11/2025) di kota Banyuwangi.

Program pembangunan pembangkit listrik Energi Baru Terbarukan (EBT) sebagai upaya kemandirian energi dan target Net Zero emission.

Dalam mendukung program nasional tersebut, di Banyuwangi akan dibangun Pembangkit Listrik Tenaga Bayu/Angin (PLTB) dengan kapasitas 200 megawatt.

Dimana pembangunannya dilaksanakan oleh perusahaan energi asal Jerman.

Sebelumnya Bupati Ipuk telah bertemu perwakilan perusahaan, Managing Director Asia Pasific Hans Christoph Brumberg, mewakili wpd Energi dengan memaparkan rencana pembangunan PLTB.

“Perusahaan kami telah berpengalaman di bidang energi angin di Jerman selama puluhan tahun. Kami melihat potensi pengembangan energi terbarukan di Indonesia. Oleh karena itu, kami datang ke Indonesia untuk menemukan beberapa lokasi, dan kami pilih Banyuwangi” ujar Hans Christoph.

Hans mengatakan dipilihnya kabupaten Banyuwangi melalui pertimbangan yang matang. Salah satunya karena Banyuwangi memenuhi kriteria yang diperlukan, ujarnya.

“ Indonesia adalah negara besar, memiliki banyak sumber daya surya. Tetapi untuk angin, kami perlu mencari dengan sangat hati-hati. Di Banyuwangi kami menemukan lokasi potensial yang sangat menarik dan atraktif, dekat pantai dan di kaki pegunungan,” ungkapnya.

Nantinya PLTB dibangun tersebut, akan memproduksi listrik hingga 200 megawatt, dengan dukungan 25 – 30 turbin angin.

“ Sekarang kami sedang melakukan bagian realisasi proyek tahap awal. Salah satunya melakukan pengukuran untuk memverifikasi potensi sumber daya angin,” imbuhnya.

PLTB Banyuwangi telah direncanakan melalui tahapan terstruktur sejak tahun 2024 hingga 2028. Kegiatan dimulai dengan persiapan proyek, pengumpulan data angin, serta asesmen lokasi.

“ Sepanjang 2024–2025 difokuskan untuk memastikan kelayakan teknis dan administratif,” kata Kepala DPMTSP Partana.

Pada tahun 2026–2027 fokus kegiatan dilanjutkan dengan pembangunan infrastruktur PLTB.

“ Seluruh rangkaian kegiatan tersebut ditargetkan selesai pada akhir tahun 2028 dan akan mencapai Tanggal Operasi Komersial (COD),” ungkap Partana. (*/Ymk)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *