Bupati Banyuwangi : Pendidikan dan Kesehatan Tidak Ada Kata Efisiensi

Oplus_131072

BANYUWANGI JATIM radiopena.com — Bupati Banyuwangi Jawa Timur (Jatim) Ipuk Fiestiandani memberikan pernyataan yang cukup melegakan masyarakat pada momen hari pendidikan,q usai laksanakan upacara Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) di Kantor Pemkab Banyuwangi, Jumat (2/5/2025).

Sesuai Arahan Presiden, pendidikan tidak boleh hanya sekedar masalah keilmuan, tapi juga perlu pembentukan karakter, bagaimana anak-anak punya semangat juang yang tinggi agar tidak mudah rapuh. Nah ini yang kita tekankan dengan berbagai project di berbagai sekolah,”kata Ipuk.

Bupati juga tetap mengharapkan kerja sama yang baik dengan orang tua siswa bahkan semua pihak, bahwa pendidikan anak itu adalah tanggungjawab bersama, bukan hanya diserahkan kepada negara ataupun lembaga pendidikan. harap Ipuk.

“Tugas pendidikan tidak hanya tugas sekolah dan pemerintah, tapi tugas kita bersama, tugas keluarga terutama juga  masyarakat, olehnya itu dibutuhkan kerja kolaboratif agar anak-anak kita mendapatkan pendidikan yang baik,” kata Bupati Ipuk.

Lebih dari sekadar transfer ilmu, Ipuk juga menekankan pentingnya pendidikan karakter di sekolah. Bagi Ipuk, pendidikan harus mampu membentuk manusia yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tapi juga berakhlak dan peduli terhadap sesama.

Bupati Ipuk juga menegaskan bahwa pendidikan merupakan program prioritas wajib Pemkab Banyuwangi. Untuk itu, meski di tengah efisiensi keuangan negara, sektor pendidikan tetap diprioritaskan dan tidak mengurangi kualitas pendidikan di daerah.

“Bagi kami, pendidikan dan kesehatan tidak ada kata efisiensi, tapi bagaimana kita efektifkan semuanya. Pendidikan tetap harus bisa dirasakan oleh semua pihak,”kata Ipuk.

Dalam kesempatan itu, Ipuk juga menerangkan bahwa pemkab terus mematangkan persiapan pembukaan Sekolah Rakyat, program pendidikan gratis berbasis asrama untuk anak-anak dari keluarga miskin yang diinisiasi Presiden Prabowo Subianto.

Hardiknas di Banyuwangi diperingati dengan meriah. Selain upacara yang diikuti oleh ratusan pelajar dari tingkat SD-SMA, juga ditampilkan beragam kreativitas siswa. Ada pertunjukan seni hingga pameran teknologi karya pelajar yang menampilkan berbagai inovasi pelajar Banyuwangi.

Dalam kesempatan itu, Bupati Ipuk juga meluncurkan program Sekolah Asus Sehati (Sehat Kini dan Nanti), program pendidikan kesehatan. Dimana siswa diajarkan rentang kesehatan dasar yang bisa dilakukan siswa untuk menggugah kesadaran menjaga kesehatan sejak dini.

Selain itu,  juga diluncurkan Sekolah Asuh Siaga Bencana sebagai pencegahan dan budaya tanggap terhadap bencana. Serta Sekolah Asuh Sister Say (sistem terpadu ternak ikan dan sayur) untuk support program ketahanan pangan di lingkungan sekolah dan keluarga.

Kepala Dinas Pendidikan Banyuwangi menambahkan “Program ini sebagai langkah awal mengenalkan anak-anak kita tentang kesadaran menjaga kesehatan, tanggap terhadap bencana, hingga ketahanan pangan sejak dini,” terang Kepala Dinas Pendidikan, Suratno.

Lanjutnya, Ketiga program tersebut merupakan pengembangan dari program Siswa Asuh Sebaya (SAS), merupakan program charity dimana para siswa yang mampu secara ekonomi menyisihkan uang sakunya secara rutin untuk diberikan kepada siswa yang miskin. Program ini telah berlangsung sejak tahun 2011.pungkasnya.(*/ymk/rpn)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *