Ikatan Keluarga Banyuwangi ISiap Jadi Piranti Kemajuan Daerah

Oplus_131072

BANDUNG JABAR radiopena.com —  Halal BI Halal Solidaritas diaspora Banyuwangi di berbagai daerah, menjadi instrumen penting dalam pembangunan daerah. termasuk pelaksanaan Halalbi Halal di  Bandung Jawa Barat Senin 5/5/2025.

Melalui Ikatan Keluarga Banyuwangi (Ikawangi) Bandung Jawa Barat (Jabar) diharapkan bisa meng orkestrasi berbagai potensi untuk kampung halamannya.

Menanggapi hal itu, Bupati Banyuwangi menyampaikan “ Kami sangat berharap kolaborasi dengan semua pihak. Tidak  mungkin kita hanya mengandalkan sumber daya yang ada di Banyuwangi saja, apalagi hanya ASN, perlu urun tangan dan pikiran semua pihak,” ungkap Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani saat menghadiri Halal bi Halal Ikawangi Bandung di Puri Bambu, Bandung, Minggu (4/5/2025).

Ipuk juga mendorong warga Banyuwangi yang merantau di berbagai daerah untuk mengembangkan potensi diri. Sehingga nantinya bisa meraih prestasi terbaiknya dan turut berkontribusi bagi Banyuwangi.

“Jika kemarin viral hastag Kabur Aja Dulu, kami tidak melarang. Silakan lihat dunia saat ini. Tapi, mari tengok kembali kampung halaman dan majukan daerah sendiri, Tingkatkan kompetensi dan abdikan diri untuk Banyuwangi,” pinta Ipuk.

Ajakan Ipuk tersebut disambut antusias oleh keluarga besar Ikawangi. Meskipun raga terpisah dengan kampung halaman, jiwa dan pikiran mereka tetap tertaut dengan Banyuwangi.

Sesepuh Ikawangi mengatakan “Apa saja yang menjadi kebutuhan Banyuwangi, selagi kami bisa, kami siap untuk membantu kemajuan Banyuwangi,” ungkap Djuhri Rosyidi, di Bandung yang merupakan mahasiswa ITB pertama asal Banyuwangi angkatan 1957.

Pensiunan pejabat Kementerian ESDM itu menyebutkan, banyak diaspora Banyuwangi di daerah lain, yang kini menjadi ahli dalam berbagai bidang ilmu pengetahuan. “Ada ahli gempa, ahli pertambangan, penerbangan dan banyak lagi lainnya,” ungkap pria kelahiran 1933 itu. ujar Djuhri

Hal yang sama juga ditegaskan oleh Ketua Ikawangi Bandung yang juga dosen Fakultas Teknik Mesin dan Dirgantara ITB, Edy Suwondo. “Proses regenerasinya terus berlangsung. Ada banyak dosen-dosen muda asal Banyuwangi yang terus mengembangkan karir,” tegasnya.

Kemajuan Banyuwangi saat ini, imbuh Edy, menambah semangat para perantau untuk menunjukkan identitas diri dan mengambil peran. “Kami jadi bangga mengaku warga  Banyuwangi dan kami juga tertantang untuk turut berkontribusi bagi kampung halaman kami,” ujar lelaki asal Genteng itu.1

Acara halal bi halal tersebut tak hanya diikuti oleh Ikawangi Bandung. Namun, juga diikuti Ikawangi asal sejumlah kota di Jawa Barat dan Jakarta. Di antara yang cukup menyita perhatian adalah kehadiran Dr. Dewi Agustiningsih. Perempuan kelahiran 1998 itu berhasil menyelesaikan pendidikan doktoralnya di UGM sebagai lulusan termuda dan tercepat.

“Sejak November tahun lalu, tinggal di Bandung. diterima sebagai dosen di ITB,” ungkap perempuan dengan keahlian di bidang kimia itu. (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *