Banyuwangi JATIM radiopena.com — Kepala Balai Pelatihan dan Penyuluhan Perikanan (BP3) Kabupaten Banyuwangi Jawa Timur (Jatim) mengunjungi Desa Wisata Sepekan Glowong Glowing, Kecamatan Gambiran Banyuwangi, Sabtu (24/05/2025).
Kunjungan Kepala Balai Pelatihan dan Penyuluhan Perikanan turut dihadiri Babinkamtibmas Polsek Gambiran, Kepala Dusun ,Tokoh Pemuda, Aktivis Gajah Purwo Banyuwangi, Tokoh Pelopor Gerakan Penebaran ikan terkendali Banyuwangi, Ketua Kordinator Pokdatan serta KetuaPokdatan Banyu Agung Raya.
Pada sesi diskusi Gobyok Wisata Sepekan ini, ketua Balai pelatihan dan penyuluhan perikanan (BP3) Moch.Muklisin.A.Pi,MP Mengatakan ,” Dalam rangka diskusi di gebyok wisata Sepekan ini merupakan kelanjutan diskusi di kantor BP3 kemarin hingga berlanjut di lokasi ini ” ungkap Moch.Muklisin.
Muklisin menambahkan, suatu program dari nol pun bisa menjadi wisata dalam waktu 6 bulan, yang terpenting semangat nya, dalam hal ini tidak perlu membangun hal baru tapi amati dan tiru yang sudah jadi tambahnya.
Dikatakannya, contoh modifikasi tanaman jeruk dan padi ( mina padi ), yang terpenting publikasi nya.Dengan publikasi yang baik dan itu tidak perlu mahal, cukup ada pada media sosial, kata Muklisin.
Suatu lokasi dengan kombinasi ikan dengan pertanian dengan memanfaatkan tranportasi lokal seperti Odong Odong di harapkan menambah nilai positif untuk pengunjung tentunya dan nantinya ekonomi desa akan tumbuh, UMKM juga tumbuh, ujar Kepala BP3.
Diharap kan ada satu edukasi wisata tersentralkan, Dalam sambutannya di pertemuan Gobyok wisata Sepekan ini Kepala Balai Pelatihan dan Penyuluhan Perikanan (BP3) Banyuwangi Moch.Muklisin.A.Pi,MP Mengatakan ,” Dalam rangka diskusi di gebyok wisata SEPEKAN ini merupakan kelanjutan hari kamis di kantor BP3 sehingga berlanjut hingga di lokasi ini , ungkap Kepala balai , Suatu program dari nol pun bisa menjadi wisata dalam waktu 6 bulan yg terpenting semangat nya Dalam hal ini tidak perlu membangun hal baru tapi amati tiru modifikasi.contoh tanaman jeruk , padi ( mina padi ) yg terpenting publikasi nya Dengan publikasi yang balik dan tidak perlu mahal harapan nya , cukup ada media social ada suatu lokasi dengan kombinasi ikan dengan pertanian, Dengan ada nya tranportasi lokal seperti odong odong di harapkan menambah nilai positif untuk pengunjung tentunya, ekonomi desa akan tumbuh nantinya UMKM juga tumbuh.Ujar Muklisin.
Dipaparkan, ada satu edukasi wisata tersentral, Ikan kecil di tebar dengan Mina Padi, ada jualan ikan segar dan bumbu, ada Rumah Makan Nila, di luar perikanan bisa di kembangkan produk lain, misalnya pembuatan kerupuk, juga untuk edukasi anak usia dini kalau sudah terbentuk edu wisata kita dapat bekerjasama dengan PGRI Outing Class contoh nya, banyak yang bisa di kembangkan Dengan budidaya ikan di koneksikan dengan pertanian agar menjadi nilai ekonomi sehingga tercipta lapangan kerja, paparnya.
Muklisin berharap, dengan menampilkan Edu Mina Agrowisata ini sebagai
wujud kepedulian lingkungan, BP3 akan mendampingi segala pelatihan apa yg di butuhkan masyarakat akan di dampingi penyuluh, prinsip nya membangun Glowong menjadi glowing harapnya,”
Di tempat yang sama, Kepala Pokdatan Banyu agung Raya, Pujiono mengatakan, ” Adanya Pokdatan ini berawal pada tanggal 21 April 2025, ini kurang lebih satu bulan usianya, ini kami harap menjadikan Glowong ini glowing, fokus untuk saat ini pada penebaran ikan di selokan dengan target 200 meter di tahap awal dan sudah berjalan satu Minggu lalu dengan prinsip pembelajaran dan semangat gotong royong ,bersama, tutur Pujiono.
Ia menambahkan, melestarikan Alam dengan penebaran ikan ini bisa sinergi dengan alam dan lingkungan sehingga mendapatkan nilai ekonomi dan juga sosial efek tambahnya.
Sementara Ketua Koordinator Pokdatan Banyu Agung Raya Toto menjelaskan, inspirasi kegiatan ini berawal dari Brankali yang sudah ada di jajag ,, akhirnya bertemu Tokoh Penggiat Relawan Penebaran Ikan Di Selokan Terkendali (Wibi untoro) sehingga terbentuk ide dan aplikasi untuk Glowong Glowing, selain merawat lingkungan alam.
Dengan kebersamaan guyup rukun sak lawase, selain perikanan juga ada Kali kembang (penanaman bunga untuk parfum) menjadi ekonomi kreatif, pengolahan ikan hasil budidaya menjadikan kuliner masyarakat Glowong sebagai laboratorium BP3 ucap Pujiono.(ymk)











