Macet Panjang Pelabuhan Ketapang, Begini Tindakan Pemkab Banyuwangi

Oplus_131072

BANYUWANGI JATIM radiopena.com – Akses menuju Pelabuhan Ketapang mengalami kemacetan.Polresta Banyuwangi bersama pemerintah turun langsung mengurai kemacetan dengan mendirikan empat posko gabungan, yang menyiagakan petugas tersebar dibeberapa titik.Senin 4/8/2025 di Ketapang Banyuwangi.

Diketahui sebelumnya, kemacetan di Ketapang disebabkan jumlah kapal jenis LCT (Landing Craft Tank) terbatas sehingga terjadi penumpukan kendaraan.

Kemacetan sempat terurai setelah jumlah kapal ditambah menjadi 9 unit, bahkan ada 2 unit bantuan kapal dengan kapasitas besar.

Beberapa hari terakhir, kemacetan juga disebabkan faktor cuaca sehingga Pelabuhan Ketapang diterapkan sistem buka tutup, dan ini kembali sedikit menghambat operasional.

Meskipun tidak memiliki kewenangan langsung, Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani menyatakan, Pemkab telah berupaya memberikan bantuan dengan menurunkan tim dari Dinas Perhubungan, Satpol PP, Dinas Sosial, hingga BPBD untuk bersiaga pada akses menuju Ketapang untuk membantu mengurai kemacetan.

” Memang kami tidak punya kewenangan, tetapi kami berusaha membantu mengurai kemacetan, agar sopir tetap nyaman, serta situasi terkendali,” kata Ipuk.

Pemkab Banyuwangi juga membagikan makanan, utamanya bagi sopir truk tronton yang harus menunggu lama di Pelabuhan Ketapang, saat menunggu antrian masuk kapal.

Pemkab kembali membagikan 500 nasi bungkus nasi kotak oleh petugas dari BPBD, Dishub, Satpol PP, dan Tagana.

Inisiatif pemkab membagi makanan karena para sopir keluhkan susah mencari warung makan di kawasan parkir dermaga Bulusan. Kegiatan ini akan terus dilanjutkan dalam 4 hingga 5 hari ke depan, sambil melihat kondisi di lapangan.

Salah seorang sopir truk (Putu) yang memuat semen menuju Bali, mengatakan ” Antrean ini berdampak terhadap biaya operasional, “Harusnya bisa diberikan ke istri, habis untuk biaya makan di sini. Tapi barusan dapat nasi bungkus, saya ucapkan terima kasih atas bantuannya,” ungkap Putu.

Kemacetan yang terjadi menuju Pelabuhan Ketapang, memberikan dampak sosial ekonomi bagi Banyuwangi. Demikian juga di sektor pariwisata dan agenda resmi daerah, ujar Bupati Banyuwangi.

” Tidak hanya berdampak pada masyarakat, namun tamu maupun wisatawan mengeluhkan perjalanannya terlambat ” ungkap Ipuk.

Menurut Ipuk, Pemkab Banyuwangi terus berkomunikasi intensif dari hulu ke hilir juga kepada pihak terkait agar dampaknya bisa segera diatasi.

“ Kami juga terus melakukan komunikasi kepada pihak terkait untuk bisa segera menyelesaikan masalah ini. Kami berterima kasih kepada Forkopimda Banyuwangi, TNI, Polri, dan semua pihak yang telah bekerja keras berusaha mengatasi masalah ini. Semoga bisa segera terselesaikan,” harap Bupati Banyuwangi.(ymk/rpn)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *