BARRU SULSEL radiopena.com — Ketua DPC Konfederasi Sarikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Kabupaten Barru Ipul Saifullah tidak mendatangi Perusahaan Galangan Kapal PT. Layar Persada Nusantara (LPN) Shipyard, pasalnya sudah cukup banyak lembaga masyarakat dan media memberi perhatian atas kejadian kecelakaan kerja yang merenggut nyawa karyawan Rahman (22) warga kabupaten Goa Sulsel pada hari Rabu 8 Januari2025 lalu.
IPul Saifullah yang akrab disapa Bang Ipul mengingatkan, perusahaan galangan kapal Layar Persada Nusantara Batu Pute Km 129 Barru ini sudah 2 kali mengalami kejadian serupa, ” Hanya saja bedanya kecelakaan kerja, kalau tidak salah terjadi tahun 2022 korban Yusril (40) warga Desa Nepo Mallusetasi tidak meninggal ” ujar Ipul melalui telpon selulernya, Minggu 12/1/2025 sekira pukul 11.00 WITA.
” Sepertinya kasus ini ada sesuatu, sebab kecelakaan kerja atas nama Yusril juga hanya penyebabnya tali, dia lompat dan tersangkut ditali, itu kita debat habis habisan dengan pihak K3 perusahaan karena kami tahu pertama menerima karyawan tampa KTP kemudian perusahaan tidak menyiapkan APD sepatu safety dan penanganan pasca kecelakaan kerja, korban tiga bulan tinggal dirumah baru ditangani oleh perusahaan ” sambung Ipul Saifullah.
Pemerhati Buruh asal Balusu Barru ini menambahkan, ” Pihak perusahaan waktu itu ber kelik dengan alasan korban statusnya karyawan lepas hanya dibawah naungan Sub.Kontraktor (subkon) dan kasus tersebut waktu itu saya bersama Sekretaris Umum KSPSI saudara Fadli Zulfakar.SH, MH (Ketua KNPI Barru sekarang), atas nama lembaga menekankan bahwa apapun bentuknya tetap tanggung jawab PT LPN karena kecelakaan kerja dikawasan PT LPN ” pungkas Ipul Saifullah.
Publik berharap kronologis dan sebab kejadian yang merenggut nyawa manusia harus terungkap dengan jelas,terang dan terbuka apakah murni kecelakaan kerja atau ada unsur lain, sebagai mana diketahui pihak PT.LPN dalam memberi keterangan kepada media selama ini sangat berliku dan berubah ubah.(ap)











