BARRU SULSEL radiopena.com – EM (35) wanita paruh baya warga Dusun Labattoa, Desa Bojo, Kecamatan Mallusetasi, Kabupaten Barru Sulawesi Selatan (Sulsel) resah lantaran Al.Fatih (5) putranya harus bolak balik ke RS.Wahidin Makassar mengalami gizi buruk.
” Sesuai surat rujukan, anak saya terkena penyakit metabolik , ” terang EM dikediamannya Desa Bojo, Mallusetasi Kabupaten Barru, Sabtu 8/11/2025, sore.
” dokter di Makassar mengatakan ini termasuk stunting, ujar EM menambahkan.
Ironisnya, Pemerintah Barru aktif menggaungkan Aksi Bergizi Stop Stunting untuk menemukan dan mengatasi berbagai kesalahan persepsi serta praktik kurang tepat terkait gizi yang sering kali terjadi di masyarakat.
Kepala Puskesmas Bojo Baru, Kabupaten Barru dr.TutyMoehayang, kembali melihat rujukan Al.Fatih membenarkan kasus ini termasuk stunting, ujar dr Tuty melalui telpon selulernya.
” Iye…. Ini memang Stunting tapi bukan murni stunting, karena ada gangguan tumbuh kembang yang disebabkan oleh penyakit lain,” terangnya.
dr.Tuty menegaskan, jika Stunting murni biasanya disebabkan oleh kekurangan gizi dalam waktu lama, tegas dr.Tuti.
Kami petugas gizi puskesmas dan staf gizi sering mengunjungi dan edukasi untuk rajin kontrol, juga dibuatkan rujukan ke Parepare dan tetap ada edukasi supaya terus kontrol ke RS.Wahidin, terang dr.Tuty Moehayang.
” Besok, kami dan tim turun lagi untuk memastikan keadaan terkininya, ” tutup Kepala Puskesmas Bojo Baru, Barru.
Diketahui sebelumnya aksi bergizi dan beberapa pelaksanaan rakor terkait stunting yang oleh Pemerintah Kabupaten Barru berharap program Aksi Stop Stunting dapat berjalan lebih terarah, efektif, dan mampu memberikan kontribusi signifikan dalam menurunkan prevalensi stunting serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat Barru, khususnya anak-anak pada usia dini.(ap)









