Pilkada Barru 2024 “Kondusifitas dan Kematangan Berdemokrasi”

( OPINI) Oleh :Lilis Suryani,Atjo.Syam.—

Barru radiopena.com — Pilkada Kabupaten Barru yang diikuti oleh tiga pasangan calon,ber langsung . ajeg, berawal proses tahapan pelaksanaan pilkada serentak ini dilaksanakan, bolehlah dikatakan Barru  melewati tahapan dengan nuansa kekerabatan, kendati kita paham bersama bahwa satu tahapan pilkada debat pasangan calon sesi pertama yang dilaksanakan di ibu kota kabupaten Barru terlewatkan dan menorehkan catatan dan kesan negative bagi penyelenggara dalam penyelenggaraan karena kendala terkhnis yang tidak dilakukan Upaya antisipasi sebelumnya sehingga pelaksanaannya pun tertunda dan pihak penyelenggara mampu mengembalikan citra yang kurang elok di awal debat dan tampil mengesankankan perhatian public pada debat kedua dengan layanan penyiaran yang maksimal dan tempat pelaksanaan yang berkelas.

Tahapan pungut hitung yang dilaksanakan pada 27 November 2024, dengan total jumlah 329 TPS, menghasilkan angka hasil rilis Quick Count masing masing calon Bupati dan wakil bupati Barru 2025-2030 yakni, 1. Dr. H. Muh Aras.S.Pd.,M.M-Aska Mappe, dengan perolehan 25.585 suara, Calon Bupati nomor urut 2 drg.Hj.Ulfa nurul huda s..Mars- Mudassir Hasri gani .S.Psi,.M.H.,S.Psi, memperoleh 33.216 suara, dan calon Nomor Urut 3. A.Ina Kartika sari.S.H.M.,Si-Dr.Ir.Abustan A.Bintang .M.,Si. Meraih 47.436 suara. Selanjutnya real qount akan ditetapkan oleh Komisi Pemilihan Umum dalam rapat Pleno yang dilaksanakan pada tanggal 29 November 2024-6 Desember 2024. berdasarkan ketentuan Peraturan Komisi Pemilihan Umum Nomor18 tahun 2024. Rekapitulasi hasil Penghitungan perolehan suara dan penetapan hasil pemilihan Gubernur dan wakil Gubernur ,Bupati dan wakil bupati, serta Wali kota dan wakil walikota tahun 2024. Pesta demokrasi dalam kontestasi pilkada untuk pemilihan Bupati dan wakil Bupati barru berjalan secara kondusif, ini menunjukkan adanya kematangan demokrasi di wilayah kabupaten Barru.

Beberapa aspek penting lainnya menjadi indicator keberhasilan penyelenggraan pilkada Barru tahun ini antara lain, kesadaran dan partisipasi masyarakat, serta pengelolaan konflik yang baik antara berbagai pihak. Adanya pluralitas pilihan di kalangan masyarakat barru sebagai tanda bahwa dalam sistem politik di wilayah ini berjalan secara demokratis, setiap kelompok masyarakat mewakili aspirasinya melalui berbagai jalur politik yang sah, partsisipasi Pemilih pada angka 77,64%, juga menjadi poin penting yang ikut menentukan keberhasilan dalam pelaksanaan demokrasi, namun angka tersebut bila dibandingkan dengan angka partisipasi pada pilkada sebelumnya terlihat terjadi penurunan dari dari 81,25%, tentu akan menjadi tugas penyelenggara untuk melakukan identifikasi dan pemetaan terhadap penurunan angka partsipasi tersebut, selain itu Keberagaman pilihan memungkinkan pemilih untuk memilih calon yang sesuai dengan visi, misi, dan program kerja yang mereka anggap terbaik bagi kemajuan daerah, Dimana , kehadiran tiga pasangan calon ini menunjukkan bahwa proses politik di barru semakin terbuka dan tidak didominasi oleh kekuatan politik tunggal.

Kondusifitas pilkada Barru relatif aman dan damai dalam persfektif sosial, dengan catatan bahwa meskipun ada perbedaan pandangan dan pendapat antar pendukung paslon yang berlaga. kondisi yang aman dan tertib ini menunjukkan bahwa pemerintah daerah, aparat keamanan, serta masyarakat mampu menjaga stabilitas sosial dan politik selama proses pemilihan berlangsung. Dalam hal ini, peran serta aparat keamanan yang menjaga agar tidak terjadi gesekan antar pendukung dan menjaga ketertiban umum dilaksanakan secara maksimal.
Pilkada yang berjalan dengan kondusif ini juga bisa dipandang sebagai refleksi dari budaya politik yang semakin matang di Kabupaten Barru. Masyarakat semakin sadar akan pentingnya menjaga persatuan dan kesatuan dalam proses pemilihan, serta lebih mengedepankan asas demokrasi yang sehat. Selain itu, sikap dewasa dari para calon, Partai Pengusung dan Pendukung beserta tim sukses dan tim relawan, mereka dalam menjalankan kampanye tanpa menebar hoaks, fitnah, atau ujaran kebencian turut memberikan dampak positif terhadap jalannya pilkada yang damai dan aman.

Peran dari KPU, serta berbagai pihak yang memastikan transparansi dan akuntabilitas dalam setiap tahapan pemilihan. Pengawasan yang ketat serta penerapan prinsip-prinsip fair play dalam penyelenggaraan pilkada memungkinkan masyarakat Barru merasa percaya diri dalam menyampaikan hak pilihnya tanpa rasa takut atau terintimidasi. Hal ini penting untuk memastikan bahwa suara rakyat yang dipilih dalam pilkada benar-benar mencerminkan kehendak masyarakat.
Secara keseluruhan, pelaksanaan Pilkada Kabupaten Barru yang diikuti oleh tiga pasangan calon dan berjalan dengan kondusif ini menggambarkan adanya perkembangan positif dalam berdemokrasi di tingkat daerah. Keberhasilan ini tentunya harus dipertahankan dan ditingkatkan dalam pilkada-pilkada berikutnya, agar demokrasi semakin matang dan mampu memberikan hasil yang terbaik bagi pembangunan dan kesejahteraan masyarakat. Selain itu, pelaksanaan pilkada yang kondusif ini menjadi contoh bagi daerah lain bahwa dengan kesadaran politik yang tinggi dan komitmen bersama, proses pemilihan kepala daerah dapat berlangsung dengan lancar dan sesuai dengan prinsip-prinsip demokrasi yang sehat.(rp)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *