BARRU SULSEL radiopena.com —
Dalam kurun waktu delapan tahun menjabat Bupati kabupaten Barru, Ir.H.Suardi Saleh, M Si dengan melibatkan semua unsur sukses meraih beberapa capaian menggembirakan, yang bermula dari Tahun 2016 sampai pada Ahir Tahun 2024.
Capaian diatas tentu hasil kolaborasi dengan semua pihak, capaian capaian itu diantaranya bidang infrastruktur seperti prasarana kesehatan, pendidikan, jalan dan jembatan, termasuk akses transportasi jalan kereta api dan ketahanan pangan.
Demikian juga pada bidang perkantoran telah banyak dilakukan pembenahan dan pembangunan kantor seperti kantor gabungan dinas, Labkesda, Gedung KONI dan Gedung Perpustakaan serta beberapa kantor lainnya.
Peningkatan lainnya meliputi pembangunan pertanian yang didalamnya termasuk sub.sektor perikanan, peternakan dan perkebunan sebagai penyokong utama ekonomi daerah telah dilaksanakan melalui berbagai program.
Suardi Saleh mengatakan,” Untuk sektor pertanian, walaupun luas lahan 15 ribu Hektar lebih, tetapi ada berkisar 14 ribu Hektar kita sudah tanami diantaranya telah melakukan penanaman 2 hingga 3 kali dalam setahun “, ungkap Bupati Barru di Baruga Singkerru Ada’e kota Barru Selasa 31/12/2024 malam kemarin.
Capaian lainnya pada sektor ekonomi yang merupakan program pemerintah seperti pengembangan kawasan strategis dan pemberdayaan UMKM dimana kebijakan dan program yang terlaksana senantiasa memperhatikan aspek pemerataan.
Terkhusus bidang pembangunan Suardi Saleh menjelaskan, ” Capaian ini dapat dilihat dari Indikator Ekonomi Makro Daerah antara lain PDRB (ADHB) dari Rp 5,45 Trilyun pada tahun 2016 menjadi Rp 9,43 Trilyun ditahun 2023, PDRB Perkapita meningkat dari Rp.31,75 juta pada tahun 2016 menjadi 50,16 juta ditahun 2023, Indeks Pembangunan Manusia meningkat dari 69,07 poin pada tahun 2016 menjadi 73,80 poin ditahun 2023, dan menjadikan Barru berada pada peringkat ke delapan, ” tutur Bupati Barru.
Ditambahkan, ” Angka kemiskinan menurun dari 9,45 % pada tahun 2016 menjadi 8,46 % di tahun 2023, tingkat pengangguran terbuka menurun dari 7,68 % pada tahun 2016 menjadi 5,89% di tahun 2023 dan terkahir, pada bidang pemerintahan, telah dilakukan peningkatan tata kelola yang berorientasi pada transparansi, responsibilitas, akuntabilitas dan profesional ” sambungnya.
Dikatakan kita telah memiliki Mall Pelayanan Publik yang telah menjadi ICON dan rujukan studi tiru bagi daerah lain di wilayah Indonesia Timur, dan saat ini MPP kita telah terintegrasi digital (MPP Digital) sehingga masyarakat semakin mudah dalam memperoleh pelayanan seperi mendapatkan ijin dengan aplikasi OSS.
” Begitu pula keberhasilan dalam peningkatan tranparansi dan akuntabilitas pengelolaan keuangan daerah, kita telah berhasil secara berturut-turut sembilan kali memperoleh predikat Wajib Tampa Pengecualian ( WTP ) segala capaian ini bisa diraih atas sinergitas kita bersama, bersama DPR, Forkopimda, Baznas Barru, Kementerian Agama dan semua pihak yang bahu membahu, bekerja sama dan berkolaborasi, mudah-mudahan di tahun 2025 semuanya menjadi lebih baik lagi dan apa yang belum kita capai dapat terwujud ” tutup H Suardi Saleh.(@)











