Akhir Retreat Gelombang I Akademi Militer Magelang, Puluhan Kepala Daerah Tak Hadir

Oplus_131072

BARRU SULSEL radiopena.com – Dilansir dari Harian.com Jumat 21 Februari 2025, Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya menyebut ada sekitar 47 kepala daerah yang belum hadir di lokasi retreat Akademi Militer (Akmil) Magelang Jawa Tengah hingga Jumat, 21 Februari 2025 sore. Semuanya absen tanpa keterangan yang jelas.

“Total dari peserta yang hadir yang seharusnya ada 503, yang hadir tercatatkan 448. Dari 448 itu tadi sepuluh datang telat, artinya prosesi upacara penyambutan telah dilaksanakan,” katanya, dalam keterangan pers di Akmil Magelang. 

Sedangkan, yang tidak hadir tercatat ada 53 orang. Dimana enam diantaranya telah mengirimkan surat izin tidak mengikuti kegiatan retreat. Sementara, 47 orang lainnya tidak hadir tanpa keterangan. 

Sementara itu Gubernur Bali dan delapan bupati/wali kota pada retreat kepala daerah di Akademi Militer, Magelang kompak tidak ikut retreat di Magelang Jawa Tengah.

Dilansir dari KOMPAS.com – Rabu 26/2 kemarin Gubernur Bali, Wayan Koster, bersama delapan bupati/wali kota di Provinsi Bali, kompak tak hadir. Mereka ini tak hadir dalam retreat gelombang pertama.

Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya di Magelang Jawa Tengah mengatakan, ” Tak Ikut Retreat Gelombang 1 di Magelang, Yang tidak ikut retreat ada Pak Gubernur Bali (Wayan Koster), beserta kepala daerah yang ada di Provinsi Bali, seluruhnya ada sembilan,” ujar Bima Arya, di Magelang Jawa Tengah, Rabu (26/2/2025). kemarin.

Bima Arya, mengatakan, ” Ada 10 kepala daerah yang terkonfirmasi tidak hadir dalam acara retreat ini, satu berasal dari kabupaten Asmat, yakni Thomas Eppe Safanpo ” terang Bima Arya.

Meski demikian, Bima Arya mengucapkan terima kasih kepada Ketua Umum DPP PDI-P Megawati Soekarnoputri yang telah mendukung acara retreat dan mendukung kadernya mengikuti orientasi gelombang kedua.

“Kami menyampaikan terima kasih, apresiasi kepada Ibu Mega, DPP PDI-Perjuangan yang telah mendukung acara retreat ini, dan mendukung agar para kadernya melanjutkan kembali bergabung di sini dan memberi kesempatan bagi yang belum bergabung untuk mengikuti pembekalan tahap berikutnya,” imbuh Wamendagri.

Sebelumnya Ketua Umum PDI-P Megawati Soekarnoputri disebut telah menginstruksikan kepala daerah dari partainya yang belum menjalani retreat di Magelang pada 21-28 Februari 2025 agar ikut gelombang kedua. Instruksi itu disampaikan oleh Juru Bicara PDI-P Ahmad Basarah setelah mendapatkan kepastian bahwa retreat bagi kepala daerah terpilih hasil Pilkada serentak 2024 akan digelar dalam dua gelombang.

“Sebagaimana surat edaran Menteri Dalam Negeri yang salah satu poinnya menyatakan bahwa retreat akan dilaksanakan sebanyak dua angkatan,” ujar Basarah, dalam konferensi pers di Kantor DPP PDI-P, Selasa (25/2/2025). Meski Instruksikan Tunda Retreat, PDI-P Pastikan Hubungan Megawati dan Prabowo Tetap Baik “Maka bagi kepala daerah PDI Perjuangan yang belum mengikuti kegiatan retreat dapat mengikuti kegiatan tersebut pada angkatan berikutnya atau angkatan yang kedua,” sambungnya.

Dalam konferensi pers tersebut, Basarah juga menegaskan bahwa
, ” Megawati tidak melarang kadernya untuk mengikuti retreat yang digelar oleh pemerintah. Megawati hanya meminta kepala daerah untuk menunda mengikuti kegiatan tersebut agar dapat langsung menjelaskan tugasnya dan bekerja untuk rakyat.

” Kegiatan tersebut ada angkatan berikutnya atau angkatan yang kedua,” sambungnya.

Dalam konferensi pers tersebut, Basarah juga menyampaikan “Pesan ketua umum kepada kader-kadernya sebagai kepala daerah setelah dilantik oleh Presiden Prabowo Subianto, diminta untuk memprioritaskan kerja-kerja real kerakyatan dengan langsung bekerja melayani rakyat di daerah masing-masing. ” pungkasnya.

Retreat Gelombang 1 di Magelang berlangsung mulai 21-28 Februari 2025. Mendagri juga menyebutkan Sebut Kepala Daerah PDI-P yang Tak Hadir Retreat Bisa Ikut Gelombang Kedua.(ap)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *