BPI Danantara Akan Mengelola Aset-aset besar Milik BUMN, Dengan Potensi Dana Kelolaan awal Capai USD600 Miliyar atau Rp9.520 triliun
ARTIKEL — radiopena.com JAKARTA — Presiden Prabowo Subianto membentuk lembaga baru bernama BPI Danantara untuk membantunya menerbangkan ekonomi ke level 8 persen.
Sesuai rencana awal, Danantara diluncurkan Senin (24/2) lalu. Meski baru lahir, Prabowo akan menggelontorkan modal Rp358 triliun kepada Danantara.
Modal itu berasal dari penghematan anggaran Rp750 triliun yang dilak
Live.
Disadur dari berbagai sumber menyebut BPI Danantara merupakan Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara yang berperan sebagai akselerator ekonomi dan investasi di Indonesia. Tujuan utamanya adalah untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi Indonesia hingga 8%.
Untuk mencapai target tersebut, BPI Danantara akan mengelola aset-aset besar milik BUMN, dengan potensi dana kelolaan awal mencapai USD600 miliar atau Rp9.520 triliun. Dengan demikian, BPI Danantara diharapkan dapat menjadi katalis utama untuk investasi langsung, baik domestik maupun asing.
Namun, perlu diingat bahwa keberhasilan BPI Danantara juga tergantung pada faktor-faktor lain, seperti kebijakan pemerintah, kondisi ekonomi global, dan kemampuan BPI Danantara dalam mengelola aset-aset tersebut.
Dalam konteks yang lebih luas, nama “Danantara” sendiri memiliki makna yang dalam, yaitu “Daya” yang berarti energi, “Anagata” yang berarti masa depan, dan “Nusantara” yang merujuk pada Negara Kesatuan Republik Indonesia. Ini mencerminkan kekuatan dan potensi masa depan Indonesia.(ap)











