OPINI — oleh :
Yusdaliah Yusuf Iccu.
~~~~~~~~~~~~~~~
BARRU SULSEL radiopena.com ■ PENGANTAR :
Mungkin tidak banyak dikenal di Barru kampung halaman
Seorang tokoh literasi nasional dan diakui ditingkat global “Nirwan Ahmad Arsuka”.
Dia adalah penulis artikel dan esai kelahiran Kampung Ulo, kecamatan Tanete Riaja, Kabupaten Barru, Sulawesi Selatan, 6 September 1957.
Tidak hanya itu, dia merupakan pendiri Pustaka Bergerak Indonesia .
Tulisan-tulisan almarhum yang berlatar belakang kekayaan budaya tempat kelahirannya, sudah diakui secara nasional dan internasional.
Beberapa esai karya Nirwan Arsuka juga diterbitkan dalam bentuk esai internasional, seperti International Journal of Asian Studies dan Inter-Asia Cultural Studies Journal.
Meninggal dan meninggalkan kenangan baik dan kerja yang mulia; Nirwan Arsuka wafat dalam usia 57 tahun. Penulis Esei tentang ilmu dan kebudayaan, pelopor Pustaka Bergerak – usaha membawa buku-buku bacaan untuk anak-anak di pedalaman.” demikian kicauan Goenawan Mohamad dalam akun Instagramnya.
__________________________
In memorial “Nirwan Ahmad Arsuka” (1967-2023).
Tokoh nasional literasi,
Pegiat literasi, meninggal dunia dalam usia 55 tahun, Senin, 7 Agustus 2023.
Dikebumikan di Dusun Ulo, Kec. Tanete Riaja.
——————————————
Saya sengaja menulis ilustrasi diatas agar bisa menjadi aspirasi bagi kita semua.
■ TRADISI LITERASI, BUDAYA PENDIDIKAN YANG HARUS DILESTARIKAN.
Tradisi literasi adalah kegiatan membaca, menulis, dan berbagi pengetahuan yang dilakukan secara terus-menerus dan menjadi bagian dari kebudayaan masyarakat.
Tradisi literasi dapat berupa kegiatan membaca buku, menulis cerita, berbagi pengetahuan melalui diskusi, dan lain-lain.
Manfaat Tradisi Literasi, Meningkatkan kemampuan membaca dan menulis. Tradisi literasi dapat membantu meningkatkan kemampuan membaca dan menulis seseorang untuk kepentingan dokumentasi informasi dan pendidikan.
Tradisi literasi dapat membantu meningkatkan pengetahuan dan kesadaran seseorang tentang berbagai isu dan topik, sehingga dapat mengikuti perkembangan kondisi dan situasi yang aktual ataupun memorial.
Tradisi literasi dapat membantu meningkatkan kreativitas dan imajinasi seseorang melalui kegiatan menulis dan membaca,
Ini juga membantu meningkatkan kemampuan berkomunikasi seseorang melalui kegiatan diskusi dan berbagi pengetahuan.
Tradisi literasi dapat membantu meningkatkan kesadaran dan apresiasi terhadap kebudayaan dan sejarah masyarakat.
Dapat juga membantu meningkatkan kemampuan analisis dan kritis seseorang melalui kegiatan membaca dan menganalisis teks, sehingga mampu adu argumen dalam proses dialektika sosial, ekonomi dan politik.
Sisi lain manfaat yang dapat dipetik dari tradisi literasi, yaitu dapat membantu meningkatkan kemampuan berpikir kreatif dan inovatif seseorang melalui kegiatan menulis dan membaca guna proses memanfaatkan industri kreatif.
■ KEGIATAN TRADISI LITERASI YANG DAPAT DIBANGUN.
1. Membaca dan diskusi buku bersama.
2. Menulis jurnal, agar
dapat membantu meningkatkan kemampuan menulis dan merefleksikan pengalaman.
3. Berbagi pengetahuan melalui diskusi, Berbagi pengetahuan melalui diskusi,
4. Menulis artikel atau esai yang bersifat edukasi.
■ MANFAAT TRADISI LITERASI DALAM KEHIDUPAN.
Dari berbagai jenis kegiatan literasi yang saya paling sukai adalah menulis artikel,
Salah satunya adalah menulis “Artikel Edukasi”, karena dapat membantu masyarakat menengah kebawah memahami isu-isu penting dan memperoleh Pengetahuan, Sikap dan Keterampilan (PSK) baru untuk perbaikan kesejahteraan mereka di masa mendatang.
Artikel edukasi dapat membantu mengurangi kesenjangan pengetahuan antara masyarakat menengah kebawah dan masyarakat yang lebih berpendidikan, karena masyarakat di Barru, usia 25 tahun keatas rata-rata hanya menempuh masa sekolah 8,2 tahun atau setara dengan kelas 2 SMP.
Artikel edukasi dapat juga membantu masyarakat menengah kebawah memperoleh informasi yang akurat dan relevan untuk meningkatkan kualitas hidup mereka, sehingga dapat mempersempit kesenjangan pengetahuan karena masa sekolah yang rendah.
Manfaat lain dari artikel edukasi adalah Ekonomi, karena Artikel edukasi dapat membantu masyarakat menengah kebawah memperoleh pengetahuan dan keterampilan yang dibutuhkan untuk meningkatkan kemampuan ekonomi mereka, misalnya dengan mengadopsi isi artikel yang bersifat tutorial tentang pertanian.
Sisi lain manfaat ekonomi Artikel edukasi yaitu dapat membantu mengurangi kemiskinan dengan memberikan informasi tentang cara-cara untuk meningkatkan pendapatan dan mengelola keuangan.
Manfaat yang tak kalah pentingnya adalah Manfaat Politik, karena artikel edukasi yang bertema politik dapat membantu masyarakat menengah kebawah memahami isu-isu politik dan memperoleh pengetahuan tentang cara-cara untuk berpartisipasi dalam proses politik untuk berbagai kepentingan dalam kehidupan demokrasi, yang berdampak pada peningkatan kesadaran tentang hak-hak masyarakat sipil, terutama membantu masyarakat menengah kebawah memahami hak-hak sipil mereka dan memperoleh pengetahuan tentang cara-cara untuk melindungi hak-hak tersebut.
Manfaat Lainnya Artikel edukasi dapat membantu masyarakat menengah kebawah memahami isu-isu lingkungan dan memperoleh pengetahuan tentang cara-cara untuk melindungi lingkungan demi kelestarian alam yang akan diwariskan ke generasi mendatang.
Manfaat penting lainnya dari artikel edukasi, dapat membantu masyarakat menengah kebawah memahami isu-isu kesehatan dan memperoleh pengetahuan tentang cara-cara untuk meningkatkan kesehatan mereka dan memahami proses mendapatkan pelayanan pemerintah.
■ KESIMPULAN :
Membangun tradisi literasi bagi masyarakat menengah kebawah dengan tingkat masa sekolah 8,2 tahun dan penghasilan pertahun dibawah rata-rata seperti Kab. Barru adalah sebuah kebutuhan yang sangat penting, mendesak dan berjangka panjang.
Dengan membangun tradisi literasi, masyarakat dapat meningkatkan kemampuan membaca, menulis, dan berpikir kritis, sehingga dapat meningkatkan kualitas hidup dan mengurangi kemiskinan. Oleh karena itu, perlu dilakukan upaya-upaya untuk membangun tradisi literasi, seperti meningkatkan akses ke buku, meningkatkan kualitas pendidikan, dan meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya literasi, seperti yang telah dirintis oleh “Nirwan Ahmad Arsuka”, putra Barru, kelahiran dusun Ulo yang jasanya diakui secara nasional.
■ PENUTUP :
Membangun tradisi literasi bagi masyarakat menengah kebawah bukanlah sebuah tugas yang mudah, namun sangat penting untuk dilakukan.
Dengan membangun tradisi literasi, kita dapat membantu masyarakat meningkatkan kualitas hidup dan mengurangi kemiskinan. Oleh karena itu, marilah kita bersama-sama berupaya untuk membangun tradisi literasi dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Semoga artikel ini dapat menjadi inspirasi dan motivasi bagi kita semua untuk membangun tradisi literasi yang kuat dan berkelanjutan.
Demikian, semoga bermanfaat.
Marhaban yaa ramadhan, selamat menjalankan Ibadah puasa.
Wassaalaam.
Barru, 13 Maret 2025.
Yusdaliah Yusuf Iccu.











