Dukung Puskesmas Puskesmas di Banyuwangi Bupati Ipuk Libatkan Puluhan Dokter Spesialis

Oplus_131072

BANYUWANGI JATIM radiopena.com – Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani melibatkan dokter spesialis Obgyn (SpOG) dan dokter spesialis anak (SpA), untuk mengampu puskesmas-puskesmas melalui program Puskesmas Asuhan Spesialistik (PAS) Sabtu 22/3/2025 di Genteng kota Banyuwangi kemarin.

Diketahui bersama, program ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas tenaga medis di Puskesmas, utamanya terkait persalinan dan kesehatan anak.

Pendampingan dalam program tersebut berupa konsultasi maupun layanan rujukan, saat terjadi kegawatdaruratan dalam proses persalinan. Minimal sebulan sekali para dokter spesialis obgyn dan spesialis anak dijadwalkan hadir di puskesmas untuk sharing terkait permasalahan kesehatan ibu hamil dan bayi.

Program ini melibatkan 38 dokter SpOG dan dokter SpA dari seluruh RS di Banyuwangi, baik RS pemerintah maupun swasta. Pendampingan ini diharapkan mampu meningkatkan kapasitas SDM di puskesmas.

“Dengan program ini, diharapkan kapasitas tenaga medis di Puskesmas semakin meningkat. Dengan demikian pelayanan kesehatan bagi ibu dan bayi di Puskemas juga semakin berkualitas,” ujar Bupati Banyuwangi IpukFiestiandani, Sabtu (22/3/2025). Di Puskesmas Genteng Banyuwangi.

Program pendampingan ini juga diyakini mampu menguatkan jejaring antar fasilitas layanan kesehatan. Menurut Ipuk, jejaring sangat penting guna mewujudkan layanan kesehatan yang terintegrasi dari hulu hingga hilir.

Dari hulu, lanjut Ipuk, puskesmas sebagai fasilitas layanan dasar bertugas melakukan pelayanan promotif dan preventif. Sementara di hilir, rumah sakit sebagai penerima layanan rujukan bertanggung jawab pada layanan kuratif dan rehabilitatif.

“ Misalnya saat dilakukan rujukan oleh puskesmas, para dokter spesialis di Rumah Sakit sudah mengetahui diagnosa dan tindakan yang harus dilakukan karena sudah dilakukan konsultasi sebelumnya. dengan demikian, kematian yang mungkin bisa terjadi karena keterlambatan penanganan dan rujukan bisa diminimalisir,” pungkas Bupati Banyuwangi. (YMK)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *