Ritual Do’a dan Kirab keliling di Areal Tugu Pahlawan Suro Boyo Jawa Timur

Oplus_131072

ARTIKEL  OLEH : Suja Ismail (Biro Banyuwangi Jawa Timur)

JAWA TIMUR radiopena.com — Ritual Do’a dan Kirab Keliling di Areal Tugu Pahlawan Suro Boyo merupakan kegiatan yang dilakukan untuk menghormati dan mengenang jasa para pahlawan yang telah berjuang untuk kemerdekaan Indonesia.

Dalam kegiatan ini, dilakukan ritual do’a yang dipimpin oleh tokoh agama setempat, serta kirab keliling di sekitar areal Tugu Pahlawan Suro Boyo. Kirab keliling ini dilakukan untuk menghormati dan mengenang jasa para pahlawan yang telah berjuang untuk kemerdekaan Indonesia.

Sinopsis ritual disadur dari keluarga Keraton Kasunan Surakarta Hadi Ningrat Reh Amarta Wangsanegara, yang merupakan salah satu keluarga keraton yang masih mempertahankan tradisi dan budaya Jawa.

Dengan demikian, kegiatan Ritual Do’a dan Kirab Keliling di Areal Tugu Pahlawan Suro Boyo merupakan kegiatan yang sangat penting untuk melestarikan tradisi dan budaya Jawa, serta menghormati dan mengenang jasa para pahlawan yang telah berjuang untuk kemerdekaan Indonesia.

Monumen Tugu Pahlawan Surabaya Jawa Timur menjadi pusat perhatian setiap tanggal 10 November mengenang peristiwa pada tahun 1945 ketika itu banyak pahlawan yang gugur dalam perang kemerdekaan.

Dari berbagai kebudayaan, Budayawan juga Pelaku Spiritual Surabaya Jawa Timur melakukan Ritual Do’a dan Kirab keliling di Area seputaran Tugu Pahlawan Surabaya bersama – sama.

Ritual ini di lakukan sebagai bentuk bakti terimakasih pada Leluhur yang telah gugur dalam memperjuangkan kota surabaya dan sekitar – nya.

Dalam upacara Ritual Kirab tersebut nampak keluarga besar Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat Reh Amarta wangsa Negara( KRT) Kang Jeng Raden Tumenggung Sujono Dipuro SJ 191.

SEJARAH SINGKAT TUGU PAHLAWAN SURABAYA

Tugu Pahlawan adalah sebuah monumen yang menjadi markah Kota Surabaya.

Tinggi monumen ini adalah 41,15 meter dan berbentuk lingga atau paku Terbalik.
Tubuh monumen berbentuk lengkungan-lengkungan (canalures) sebanyak 10 lengkungan, dan terbagi atas 11 ruas.

Tinggi, ruas dan canalures mengandung arti tanggal 10, bulan 11, tahun 1945.
Suatu almanak bersejarah, bukan hanya bagi penduduk Kota Surabaya, tetapi juga bagi seluruh Rakyat Indonesia.
Tugu Pahlawan dibangun untuk memperingati peristiwa Pertempuran 10 November tahun 1945 di kota Surabaya, di mana Arek – Arek Suroboyo berjuang melawan pasukan Sekutu dan Belanda yang hendak kembali menjajah Indonesia. (si)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *