BMKG mengingatkan, Saat Rukyatul Hilal, Ada Sejumlah Benda Astronomis Yang Berpotensi Dianggap Hilal Padahal Bukan

Oplus_131072

BMKG mengingatkan, Saat Rukya

radiopena.com – Muhammad Syakir NF Penulis Jakarta, NU Online Lembaga Falakiyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (LF PBNU) merilis data hilal jelang Ramadhan 1446 H melalui Informasi Hilal Awal Syawal 1446 H pada 29 Ramadhan 1446 H / 29 Maret 2025 M di Indonesia yang dikeluarkan pada Kamis (27/3/2025). Dilansir dari Laman Jakarta NU.Online Sabtu 29/3/2025 di Jakarta.

Data hisab ini merupakan hasil perhitungan LF PBNU yang dilakukan untuk hari Sabtu Kliwon 29 Ramadhan 1446 H yang bertepatan dengan tanggal 29 Maret 2025 M pada titik Gedung PBNU Jl Kramat Raya Jakarta Pusat dengan koordinat 6º 11’ 25” LS 106º 50’ 50” BT. Perhitungan ini dilakukan berdasarkan perhitungan metode ilmu falak (sistem hisab) jama’i atau tahqiqy tadqiky ashri kontemporer khas Nahdlatul Ulama.

Data hisab menunjukkan bahwa ketinggian hilal mar’ie -1 derajat 59 menit 16 detik. Hal ini berarti hilal masih berada di bawah ufuk. Dengan demikian, hilal belum memenuhi kriteria imkanur rukyah.tulis Muhammad Syakir.

sebelumnya (awal bulan Ramadhan 1446 H) hingga konjungsi yang akan datang (awal bulan Syawal 1446 H) adalah 29 hari 10 jam 13 menit.   Di wilayah Indonesia pada tanggal 29 Maret 2025, waktu Matahari terbenam paling awal adalah pukul 17.44.19 WIT di Oksibil, Papua dan waktu Matahari terbenam paling akhir adalah pukul 18.48.12 WIB di Sabang, Aceh.

Melalui laporan yang sama, BMKG mengingatkan bahwa pada saat rukyatul hilal, ada sejumlah benda astronomis yang berpotensi dianggap hilal padahal lain, seperti Venus atau Merkurius yang merupakan planet, bisa berupa Sirius yang merupakan bintang, dan banyak lainnya. “Adanya objek astronomis lainnya ini berpotensi menjadikan pengamat menganggapnya sebagai Hilal,” demikian termaktub di dalamnya.

Meskipun demikian, BMKG menyampaikan bahwa pada tanggal 29 dan 30 Maret 2025, dari sejak Matahari terbenam hingga Bulan terbenam tidak ada objek astronomis lainnya yang jarak sudutnya lebih kecil daripada 10 derajat dari Bulan.

Oleh karena itu, mengingat hilal di seluruh Indonesia berada pada zona istihalah al-rukyah (mustahil terlihat), Lembaga Falakiyah PBNU memprediksi Idul Fitri, 1 Syawal 1446 H berpotensi jatuh pada Senin 31 Maret 2025 M (mulai malam Senin).
.
Meskipun demikian, Lembaga Falakiyah PBNU menyampaikan bahwa ikhbar kapan hari raya Idul Fitri, 1 Syawal 1446 H akan disampaikan secara resmi oleh Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama KH Yahya Cholil Staquf pada Sabtu (29/3/2025) malam sekitar pukul 19:00 WIB, yaitu setelah adanya keputusan isbat pemerintah.(*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *