MAKNA KEMAJUAN DALAM KONTEKS KABUPATEN

Oplus_131072

O P I N I – Memaknai arti kemajuan yang lebih komprehenship.
~~~~~~~~~~~~~~
Catatan Kecil Oleh :
Yusdaliah Yusuf Iccu.
~~~~~~~~~~~~~
■ LATAR BELAKANG :
Menanggapi umpan balik berupa komentar dari status saya “Tidak semua Teman bisa diajak maju” di facebook, sebuah kalimat yang tidak sempurna karena tidak menggunakan kaidah SPOK (Subyek Predikat Obyek Keterangan) yang pada dasarnya berupa kalimat mengambang yang merupakan suatu “pembuka diskusi” ternyata mendapat respon positif yang menggembirakan.
Menggembirakan, karena banyak diantaranya memberi respon agar ada uraian mengenai, apa arti maju dalam status tersebut.

Makna “Maju” bagi Masyarakat  Tingkat Kabupaten meliputi dimensi yang luas, namun  yang penting bagaimana kita sendiri secara kolektif memberi arti berdasarkan kebutuhan, bukan hanya keinginan yang bersifat konsumtif, tapi kebutuhan dasar sebagai komponen utama pada hierarki kebutuhan manusia rumusan Maslow.

Teori Hierarki Kebutuhan Maslow, yang dirumuskan oleh psikolog Abraham Maslow pada tahun 1943, menggambarkan kebutuhan manusia dalam bentuk piramida. Teori ini menyatakan bahwa manusia memiliki kebutuhan yang terstruktur secara hierarkis, dengan kebutuhan dasar yang harus dipenuhi terlebih dahulu sebelum seseorang dapat fokus pada kebutuhan yang lebih tinggi.

Tingkatan Kebutuhan menurut piramida Maslow sbb :

1. Kebutuhan Fisiologis Merupakan kebutuhan dasar untuk bertahan hidup, seperti makanan, air, udara, tidur, dan tempat berlindung.
Kebutuhan yang biasa disebut kebutuhan “ekonomi dasar” ini harus dipenuhi terlebih dahulu dan difasilitasi oleh pemerintah secara adil oleh negara dalam hal ini pemerintah kabupaten.

2. Setelah kebutuhan fisiologis terpenuhi, manusia membutuhkan rasa aman dan keamanan. Ini termasuk keamanan fisik, keamanan ekonomi, dan stabilitas sosial, semua hal tersebut harus dijamin oleh pemerintah secara adil dan merata, tidak ada yang diistimewakan karena dukungan politik semata.

3. Manusia adalah makhluk sosial yang membutuhkan rasa memiliki, cinta, dan kasih sayang. Kebutuhan ini meliputi hubungan interpersonal, persahabatan, dan rasa diterima dalam kelompok, dalam hal ini, pemerintah tidak bisa bertindak memecah-belah warga hanya karena perbedaan pilihan.

4. Setelah kebutuhan sosial terpenuhi, manusia mulai mencari pengakuan dan penghargaan atas dirinya.
Penghargaan ini harus mendapatkan apresiasi dari pemerintah, artinya tidak boleh ada warga yang diperlakukan tidak setara karena pilihan politik, misalnya pelecehan saat acara buka puasa yang diselenggarakan oleh PEMDA, apalagi dalam yang bernuansa ibadah dan “kampung tengah”.

5. Tingkat tertinggi dalam hierarki kebutuhan Maslow adalah kebutuhan untuk mengaktualisasikan diri. Ini berarti mencapai potensi penuh seseorang, mengejar tujuan hidup, dan mengembangkan diri secara maksimal.
Dalam hal aktualisasi diri, tidak boleh ada warga yang didiskriminasi atau dihalangi untuk mengaktualisasikan diri, terutama karena bukan pendukung bupati terpilih.

Jadi singkatnya “MAJU” merupakan sebuah transformasi menyeluruh yang berdampak positif pada kualitas hidup seluruh warga secara menyeluruh, semua harus inklusif, tidak ada yang tertinggal, itulah yang saya ingin sampaikan dalam status tersebut.

■ADIL DAN BERKELANJUTAN :
Kemajuan yang sesungguhnya terwujud ketika seluruh komponen masyarakat merasakan manfaatnya secara merata dan berkelanjutan.

Kemajuan bagi masyarakat tingkat kabupaten dapat diartikan sebagai peningkatan kesejahteraan dan kualitas hidup secara menyeluruh, meliputi berbagai dimensi kehidupan.
Dengan catatan utama ialah pembangunan yang adil dan merata, memastikan semua warga mendapatkan akses yang sama terhadap sumber daya dan kesempatan. Pengurangan kesenjangan sosial dan ekonomi menjadi tujuan penting dalam mewujudkan kemajuan yang berkelanjutan.

■ KESIMPULAN :
Kemajuan suatu kabupaten merupakan proses yang kompleks dan berkelanjutan, yang membutuhkan kolaborasi dan sinergi dari berbagai komponen masyarakat.
Makna kemajuan yang sesungguhnya terletak pada peningkatan kualitas hidup seluruh warga, dengan pemerataan pembangunan dan peningkatan kesejahteraan secara berkelanjutan, berkeadilan dan inklusif.

PENUTUP :
Keberhasilan pembangunan diukur bukan hanya dari pertumbuhan ekonomi semata, tetapi juga dari dampak positifnya terhadap seluruh aspek kehidupan masyarakat dengan dasar : “Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia” dan yang menjadi catatan penting, bukan berdampak pada sekelompok orang tertentu saja yang berada pada lingkar kedekatan pragmatis dengan kekuasaan.

Demikian, semoga bermanfaat, wassalaam.

Makassar, 25 April 2025.

Yusdaliah Yusuf Iccu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *