Bupati Barru Endus Ketimpangan Insentif Pekerja Agama

Oplus_131072

BARRU SULSEL radiiopena.com — Bupati Barru Andi Ina Kartika Sari, SH., M.Si bersama Wakil Bupati Barru Dr. Ir. Abustan A. Bintang, M.Si menghadiri kegiatan Monitoring dan Evaluasi (Monev) Pekerja Keagamaan di Baruga Pettu Adae Lantai VI MPP Kantor Bupati Barru, Senin (19/05/2025).

Salah satu fokus utama pemerintahan Andi Ina dan Abustan adalah menata ulang pemberian insentif bagi guru mengaji dan pegawai sara’ di desa dan kelurahan.se kabupaten Barru.

Hal ini dilakukan, ditemukannya ketimpangan dalam pendistribusian insentif, di mana guru mengaji dengan jumlah santri yang sedikit mendapatkan besaran insentif yang sama dengan yang membina puluhan santri.

“Insentif ini harus adil dan proporsional. Ke depan, kami akan menyesuaikannya agar sesuai dengan kinerja dan jumlah anak yang dibimbing,” tegas Bupati Andi Ina.

Penataan ini, merupakan bagian dari janji politik yang telah disampaikan saat kampanye. Ia juga meminta para Kepala Desa dan Lurah untuk memastikan bahwa guru mengaji yang menerima insentif adalah mereka yang benar-benar aktif dan terbuka untuk membina anak-anak di lingkungan sekitarnya, bukan hanya keluarga sendiri.

Lebih lanjut, Bupati Andi Ina juga menyoroti rendahnya angka kemampuan baca tulis Al-Qur’an di Kabupaten Baru berdasarkan hasil evaluasi terakhir, menurutnya, sebagai daerah yang dikenal kota santri, kondisi ini dinilai memerlukan perhatian serius.

“Ini menjadi catatan penting kami. Ke depan, kami akan memperkuat peran madrasah dan sekolah-sekolah Arab dalam mendukung program baca tulis Al-Qur’an di desa-desa,” ujar Andi Ina.

Andi Ina mengatakan ” Insentif ini harus adil dan proporsional, kedepan, kami akan menyesuaikannya agar sesuai dengan kinerja dan jumlah anak yang dibimbing,” terangnya.

Bupati Andi Ina juga menyoroti rendahnya angka kemampuan baca tulis Al-Qur’an di Kabupaten Barru dengan berdasarkan hasil evaluasi terakhir, dan menurutnya sebagai daerah yang dikenal sebagai kota santri, kondisi tersebut dinilai memerlukan perhatian serius.

“Ini menjadi catatan penting kami. Ke depan, kami akan memperkuat peran madrasah dan sekolah-sekolah Arab dalam mendukung program baca tulis Al-Qur’an di desa-desa,” tutup Andi Ina Kartika Sari.(*/rpn)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *