BAREU SULSEL eadiopena.com — Bupati Barru Andi.Ina Kartika Sari,SH.M.Si membuka rapat koordinasi pencegahan Stunting sekaligus mengikuti Launching Buku Pedoman Strategi Komunikasi Perubahan Perilaku yang diterbitkan oleh Kementerian Kesehatan Indonesia bekerja sama dengan UNICEF dan Yayasan Jenewa Madani Indonesia, berlangsung di Mal Pelayanan Lantai 6 Kantor Bupati Barru, pada Jumat (13/05/2025).
Rapat tersebut dalam rangka menindak lanjuti Surat Edaran Kemendagri nomor : 400.5.7/1685/Bangda tanggal 17 Maret 2025 tentang Pelaksanaan Rapat Penguatan Perencanaan dan Pencegahan Stunting, dimana dalam rakor turut melibatkan puluhan perusahaan swasta termasuk Perusahaan Perbankan dan pimpinan Organisasi Perangkat Daerah serta pihak terkait lainnya.
Bupati Barru mengungkapkan, Salah satu faktor kunci keberhasilan dalam mengoptimalkan upaya percepatan penurunan stunting ini adalah terbangunnya kolaborasi bersama yang baik dari setiap pemangku kepentingan.
Kerangka Intervensi dan penganggaran program kegiatan dan implementasi inovasi tersebut diarahkan pada kelompok sasaran utama yaitu ibu hamil, ibu menyusui, anak dibawah usia dua tahun, sesuai dengan data tervalidasi by name by address yang terus di update secara berkala.
Selain itu kesesuaian jenis intervensi dan ketepatan sasaran juga menjadi kunci dalam percepatan penurunan stunting di Kabupaten Barru. tambahnya.
Bupati Andi.Ina Kartika Sari meminta kepada perangkat daerah dan seluruh stakeholder yang terkait untuk terus berupaya melakukan upaya-upaya terukur dalam melakukan intervensi dari hulu sampai kehilir.tandasnya.
“Saya tekankan agar inovasi yang telah ada dan berjalan untuk terus dikembangkan, begitupula upaya peningkatan kualitas kesehatan berbasis perubahan perilaku juga harus terus dioptimalkan.” ujar Andi.Ina didepan ratusan peserta rapat.
Menurut Bupati Andi Ina, angka prevalensi stunting sangat dipengaruhi oleh perilaku hidup sehat dan kualitas kesehatan masyarakat secara komprehensif.
Sekali lagi kami berharap kepada semua jajaran Pemda Kabupaten Barru terkait, setiap melakukan kegiatan agar supaya tepat sasaran.
Misalnya ada ” Corporate Social Responsibility (CSR) perusahaan diturunkan namun tak tepat sasaran kepada masyarakat, sehingga saya berharap kepada Camat untuk betul-betul tepat sasaran dalam penanganan stunting. tutup Bupati Barru (*/rpn)











