PT.INKA Banyuwangi Serap Banyak Tenaga Kerja Lokal Hingga Training ke Luar Negeri

Oplus_131072

BANYUWANGI JATIM radiopena.com – Bupati Kabupaten Banyuwangi Ipuk Fiestiandani Azwar Anas, S.Pd., M.KP.  didampingi Direktur Pengelolaan Kualitas PT. INKA, Bambang Jatmika meninjau pusat industri kereta api bertempat di Kecamatan Kalipuro, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur (Jatim) Rabu (2/7/2025)

Sejak resmi beroperasi akhir 2024, Industri Kereta Api (INKA) Banyuwangi telah merekrut ratusan pekerja lokal utamanya lulusan SMK di Banyuwangi, disamping itu, tenaga lokal ini telah banyak yang diberangkatkan ke Cina dan Jepang dalam rangka training.

Saat ini pabrik kereta api terbesar se-Asia Tenggara tersebut menargetkan mampu produksi kurang lebih 250 gerbong kereta api setiap tahunnya.

Direktur Pengelolaan Kualitas PT. INKA Banyuwangi, Bambang Jatmika mengatakan pabrik kereta api Banyuwangi baru memulai produksi pada Desember 2024 dan tahun ini INKA Banyuwangi telah memproduksi 100 gerbong kereta api, sementara dalam tahap pemenuhan investasi dan mendatangkan mesin agar bisa produksi secara maksimal, terang Bambang Jatmika.

“Mesin produksi datang semuanya pada kuartal ketiga atau semester akhir tahun ini. Baru kami bisa produksi maksimal. Targetnya mulai 2026, per tahunnya bisa memproduksi 250 gerbong yang nilainya setara Rp. 4 triliun,” kata Bambang Jatmika.

Lanjut Bambang, untuk bisa memenuhi target produksi tersebut, PT. INKA Banyuwangi membutuhkan hingga 1000 tenaga kerja, yang Saat ini, baru terserap 600 orang, yang mayoritas lulusan SMK hingga D3 asal Kabupaten Banyuwangi.

“Kami merekrut banyak tenaga kerja, bahkan lulusan SMK tahun ini di Banyuwangi semuanya sudah terserap. Anak-anak yang baru lulus ini diikutkan training di Madiun, juga sebagian training di Cina dan Jepang,” terang Bambang.

Saat ini INKA Banyuwangi masih membuka kesempatan kerja bagi lulusan SMK serta sarjana untuk mengisi kebutuhan SDM. INKA juga bekerja sama dengan Balai Latihan Kerja (BLK) Banyuwangi, guna memastikan para pekerja mendapatkan pelatihan sesuai kebutuhan.

Direktur INKA menjelaskan, INKA di Banyuwangi fokus pada produksi kereta dengan teknologi modern, antara lain kereta yang menggunakan teknologi berbasis robotik dan Artificial Intelligent(AI).

“Kita siapkan semua mesin yang berbasis robotik dan AI. Kereta tersebut akan beroperasi secara otomatis, tidak lagi menggunakan lokomotif untuk menjalankannya. Salah satunya yang saat ini tengah kami produksi untuk memenuhi permintaan PT. KCI (Kereta Commuter Indonesia),” ungkap Bambang Jatmika.

Ditempat yang sama Bupati Banyuwangi mengatakan, keberadaan PT. INKA Banyuwangi merupakan investasi yang memberikan dampak positif bagi daerah. Mulai dari membuka lapangan kerja hingga menggeliatkan perekomian warga sekitar.

“Kami berterima kasih karena anak-anak Banyuwangi mendapatkan kesempatan untuk bekerja dan peningkatan kompetensi dengan fasilitasi dari INKA. Bahkan mereka mendapat kesempatan training hingga ke luar negeri. Selain itu perekonomian sekitar pabrik juga menggeliat dengan adanya industri yang berjalan,” ujar Ipuk.

Ipuk menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk terus memberikan kemudahan investasi yang akan masuk ke Banyuwangi.
“Pemerintah daerah akan memberikan kemudahan bagi investasi yang memberikan dampak positif bagi masyarakat Banyuwangi,” tegas Bupati Banyuwangi.(ymk/rpn)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *