Demo Berujung Maut, Begini Tanggapan Kapolres Barru

Oplus_131072

BARRU SULSEL radiopena.com –Aksi demo mengakibatkan seorang Ojol berinisial Afn) korban terlindas kendaraan taktis (Rantis) Brimob, pada Kamis 28/8/2025 di Jakarta kemarin.

Hal ini membuat ramai pengguna media sosial (medsos)  memberikan beragam tanggapan terhadap kejadian tersebut, khususnya Grup WhatsApp (WA) Info Kejadian Barru (IKB) yang memiliki pengikut 580 orang, dibawah kendali beberapa admin diantaranya Suardi Saleh (mantan Bupati Barru).

Pagi ini, beragam tanggapan saling bersahutan, ada yang kurang terima perlakuan aparat terhadap pendemo sebaliknya ada juga yang memaklumi situasi petugas pengamanan di lapangan saat itu.

Tak ketinggalan, Kapolres Barru AKBP.Ananda Fauzi, S.I.K, MH, menjawab pertanyaan warga IKB berkaitan dengan institusi Polri, dengan bijak penuh kehati hatian Kapolres menjelaskan.

Didalam setiap kegiatan pengamanan aksi unjuk rasa semua SOP sudah dilaksanakan masing masing satuan kerja, pimpinan yang ikut pengamanan sudah di pastikan memberikan arahan ke tiap tiap personelnya, ujar Kapolres.

Jika anggota beresiko, lanjut Ananda, maka atasannya juga beresiko. Namun demikian, situasi dinamis di lapangan akan merubah cara bertindak personel, jelas Kapolres Barru, menjawab tanggapan rekan rekan IKB.

Di grup IKB, Kapolres mengatakan, Setiap tindakan pasti mengandung resiko. Beresiko Membahayakan diri masyarakat , membahayakan diri petugas, membahayakan diri khalayak ramai.

Namun demikian, lanjutnya, bisa di uji apakah sudah sesuai dengan prinsip Legalitas , Nesessitas dan proporsionalitas pada tahapan eskalasi dan de- eskalasinya, tulisnya.

Situasi umumnya di lapangan, skema Chaoz sudah tergambar dari jumlah massa aksi, elemen aksi dan jam pelaksanaan aksi serta peralatan yg di gunakan massa aksi.

” Sepemahaman saya yang pernah berada dalam situasi ini, tidak pernah ada unsur pimpinan pengamanan memberikan arahan berniat untuk ‘membunuh’ dalam setiap pengamanan aksi ” terang AKBP.Ananda.

Jika terjadi situasi chaoz paling tinggi perintahnya adalah mengurai massa untuk mengurangi resiko terhadap chaoz pada objek sasaran seperti DPR yang gedungnya adalah objek vital dan orang orang di dalamnya adalah VIP.

Terhadap issue yang menjadi tuntutan massa, tentunya itu adalah ranahnya objek, Polri dalam kapasitas pengamanan untuk menjaga keduanya, agar tetap kondusif.tutup Kapolres Barru.(ap)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *