Daerah  

Pengedar Arak Jalani Sidang Tipiring di PN Banyuwangi

Oplus_131072

BANYUWANGI JATIM radiopena.com – Polresta Banyuwangi kembali menegaskan komitmennya dalam penegakkan hukum terkait peredaran minuman keras tanpa izin, sekecil apapun.

Jajaran Samapta, Kepolisian mengikuti melaksanakan sidang tindak pidana ringan (Tipiring) terhadap dua pelaku pengangkut dan penjualan minuman keras tradisional jenis arak di Pengadilan Negeri Banyuwangi, Selasa (14/10/2025).

Majelis dipimpin Hakim Tunggal Ni Nyoman Mei Melianawati, S.H., M.H., yang memutus kedua terdakwa, TSB (25) warga Malang dan J (29) warga Wonogiri, terbukti bersalah melakukan pengangkutan dan penjualan miras tradisional.

Kedua terdakwa dijatuhi hukuman denda sebesar Rp1.000.000,- atau kurungan selama 4 hari, sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku dan barang bukti disita oleh negara, untuk dimusnahkan.

Kapolresta Banyuwangi Kombes Pol. Rama Samtama Putra, S.I.K., M.Si., M.H., menjelaskan bahwa sidang tersebut merupakan tindak lanjut dari operasi penindakan miras yang dilakukan sebelumnya oleh Sat Samapta.” tegasnya

Kasat Samapta Kompol Basori Alwi, S.H., M.H. menambahkan, Kami akan terus melakukan pengawasan dan penindakan terhadap peredaran minuman keras.

Tujuannya bukan semata-mata penegakan hukum, tapi juga menjaga generasi muda dari dampak negatif penyalahgunaan alkohol,” tegas Kompol Basori.

Adapun barang bukti yang diamankan dalam kasus ini meliputi 36 dus berisi 1.800 botol arak dari tangan TSB, dan 24 dus berisi 2.300 botol arak dari tangan J.

Penegakan hukum yang tegas, profesional, dan humanis, Polresta Banyuwangi terus berupaya menciptakan lingkungan sosial yang aman, tertib, dan sehat dari peredaran minuman keras.

Hal ini, Polresta Banyuwangi mengajak seluruh masyarakat untuk berperan aktif dalam mencegah peredaran miras tanpa izin, demi menjaga ketertiban umum dan masa depan generasi muda Banyuwangi.(*/ymk)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *