Polresta Banyuwangi Gelar Forum Group Discussion Menuju 2027 Zero Over Dimension Over Loading

Oplus_131072

BANYUWANGI JATIM radiopena.com – Upaya mewujudkan jalan raya yang aman, tertib, dan berkeadilan, Satuan Lalulintas (Satlantas) Polresta Banyuwangi, menggelar kegiatan Forum Group Discussion (FGD) Menuju 2027 Zero Over Dimension Over Loading (ODOL) atau membatasi batas muat kendaraan, berlangsung di Rupatama Polresta Banyuwangi, Rabu (22/10/2025).

Kegiatan discussion dipimpin langsung Kapolresta Banyuwangi Kombes Pol. Rama Samtama Putra, S.I.K., M.H., M.Si., yang dihadiri berbagai unsur Lintas Sektor, mulai dari Ketua DPRD Banyuwangi, Kepala Dinas Perhubungan, Dinas PU CKPP, Dinas Koperasi, Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian, BBPJN Jatim–Bali, hingga pengusaha ekspedisi dan komunitas sopir truk.

FGD ini menjadi wadah sinergi dan kolaborasi bersama dalam mencari solusi komprehensif atas persoalan kendaraan yang berdampak pada keselamatan lalu lintas dan kerusakan infrastruktur jalan.

Dalam sambutannya, Kapolresta Banyuwangi menegaskan pentingnya kerja sama semua pihak dalam mewujudkan keselamatan di jalan raya.“Keselamatan adalah hukum tertinggi (Salus Populi Suprema Lex Esto.), ujar Kapolresta Rama.

Masalah ODOL tidak bisa diselesaikan secara sepihak, perlu kolaborasi dan kesepahaman agar target Zero ODOL 2027 benar-benar tercapai,” tegas Kapolresta.

Rama Samtama Putra,a menambahkan, Banyuwangi menjadi salah satu daerah yang menginisiasi forum lintas sektor sebagai langkah nyata menuju perubahan dan ketertiban dalam dunia transportasi.

Sementara itu, Ketua Komisi I DPRD Banyuwangi Marifatul Kamila,SH mengatakan apresiasi terhadap langkah Polresta Banyuwangi yang mengedepankan pendekatan dialogis dan solutif.

“ Masalah ODOL ini menyangkut banyak kepentingan. Kami siap memberikan dukungan politik dan regulasi agar Banyuwangi benar-benar siap menuju Zero ODOL 2027,” terang Marifatul.

Ditempat yang sama,Kasatlantas Polresta Banyuwangi Kompol Elang Prasetyo, S.I.Kom., M.H., mengungkap bahwa kendaraan ODOL menyumbang kerugian negara hingga Rp37 triliun per tahun akibat kerusakan jalan, serta menjadi penyebab kecelakaan lalu lintas hingga 10–20%.

Kasat Lantas, mengusulkan agar pengemudi truk mendapat perlindungan BPJS Ketenagakerjaan mengingat tingginya risiko kerja di lapangan, usul Elang Prasetyo.

Diskusi berjalan hangat dan penuh interaktif. Para sopir serta pelaku usaha transportasi menyampaikan harapan agar penegakan hukum dilakukan secara adil dan tanpa tebang pilih, disertai kebijakan yang mempertimbangkan aspek ekonomi dan sosial bagi pelaku usaha.

Sebagai bentuk komitmen, seluruh peserta kegiatan menandatangani Pakta Integritas Menuju Banyuwangi Zero ODOL 2027.
Para pihak menyatakan siap:
-Mematuhi seluruh peraturan perundang-undangan di bidang lalu lintas dan angkutan jalan.

-Tidak melakukan pelanggaran Over Dimension dan Over Loading (ODOL).
-Memastikan seluruh kendaraan angkutan memenuhi standar teknis dan laik jalan.
-Mendukung penuh program pemerintah menuju Indonesia bebas ODOL.
-Siap menerima sanksi apabila terbukti melanggar komitmen ini.

Kegiatan dilanjutkan dengan aksi simbolis pemotongan bak truk yang dimensinya melanggar ketentuan, dilakukan langsung oleh Kapolresta Banyuwangi dan disaksikan oleh seluruh peserta FGD.

Kegiatan tersebut menjadi simbol nyata keseriusan Kepolisian Banyuwangi dalam membangun budaya tertib berlalu lintas serta mewujudkan transportasi yang aman, manusiawi, dan berkeadilan di Banyuwangi. (*/ymk)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *