BANYUWANGI JATIM radiopena.com – Dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional 2025, Polresta Banyuwangi menggelar Pengajian dan Sholawatan bertema “Sinergitas TNI–Polri dan Masyarakat untuk Indonesia Aman dan Damai”, Kamis malam (23/10/2025) di Muncar.Banyuwangi.
Kehadiran para tokoh agama serta tokoh masyarakat, termasuk KH. Sayuti Toha, menambah kekhidmatan acara yang diwarnai dengan kebersamaan dan semangat kebangsaan.
Bermula, pemberian santunan kepada anak yatim sebagai bentuk kepedulian sosial dan doa keberkahan, bersamaan dengan itu, suasana semakin haru ketika Sholawat Nabi dan Tawassul menggema di lokasi, menghadirkan keteduhan batin bagi seluruh peserta.
Puncak acara diisi dengan ceramah agama yang memberikan siraman rohani dan pesan-pesan kebangsaan, dilanjutkan dengan doa bersama untuk keselamatan, kedamaian, dan keamanan bangsa, khususnya di Kabupaten Banyuwangi.
Kapolresta Banyuwangi Kombes Pol. Rama Samtama Putra,S.I.K., M.Si., M.H., menyampaikan, kegiatan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergitas antar elemen bangsa.dalam sambutannya.
“ Melalui pengajian dan ini, kami ingin meneladani semangat perjuangan para santri dan ulama, sekaligus memperkuat persatuan dalam menjaga Indonesia yang aman dan damai. Ini merupakan bagian dari implementasi semangat Presisi Polri dalam membangun kedekatan dengan masyarakat,” ujar Kapolresta.
Kegiatan tersebut menjadi bukti nyata bahwa semangat Hari Santri Nasional tidak hanya dimaknai secara seremonial, namun juga diwujudkan dalam kebersamaan dan kepedulian sosial antara TNI, Polri, ulama, santri, dan masyarakat demi terciptanya Banyuwangi yang harmonis, aman, dan religius.(*ymk)
Related News
13 Desa Kelurahan di Pangkep Gelar Posyandu Era Baru Ketua TP PKK Pangkep, Nurlita Wulan Purnama didampingi kepala dinas PMD Pangkep dan sejumlah pengurus PKK memantau pelayanan Posyandu Era Baru di desa Pitue, kecamatana M’rang, kabupaten Pangkep,Rabu(29/4/2026). Memperingati Hari Posyandu Nasional jatuh pada 29 April, Pemerintah Kabupaten Pangkep menggelar Posyandu Era Baru secara serentak di 103 desa dan kelurahan. Program ini menghadirkan layanan terpadu yang tidak hanya fokus pada kesehatan, juga mencakup enam Standar Pelayanan Minimal (SPM) untuk menjawab berbagai kebutuhan masyarakat. Ketua TP PKK Kabupaten Pangkep, Nurlita Wulan Purnama, menyampaikan, Posyandu Era Baru kini tidak hanya berfokus pada layanan kesehatan, tetapi juga mencakup enam Standar Pelayanan Minimal (SPM), yakni kesehatan, pendidikan, pekerjaan umum, perumahan rakyat, ketenteraman dan ketertiban umum (Linmas), serta sosial. Hal ini bertujuan yntuk menghadirkan pelayanan terpadu bagi masyarakat, sehingga berbagai persoalan di desa dapat diselesaikan melalui satu pintu pelayanan. “ Jadi seluruh keluhan masyarakat terkait enam bidang tadi bisa tercover dalam satu Posyandu di setiap desa,” ujarnya. Keterlibatan pemerintah desa bersama PKK sangat perlu mensosialisasikan enam SPM agar masyarakat mengetahui layanan yang tersedia dan dapat menyampaikan berbagai keluhan maupun aspirasi. ” Aspirasi masyarakat itu diharapkan dapat dibawa ke forum Musrenbang untuk ditindaklanjuti dalam program pembangunan desa, ” tambahnya. Menurut Kepala Desa Pitue, Muhammad Nasrul Munir bahwa pihaknya menciptakan nuansa estetik agar masyarakat tertarik datang ke Posyandu. Ketika inovasi yang dihadirkan menarik dan kreatif, hal itu mampu mendorong masyarakat sasaran untuk datang ke Posyandu. “Masayarakat tidak hanya datang ke Posyandu untuk pemeriksaan kesehatan dan penimbangan. Tetapi mereka juga hadir membawa berbagai keluhan, termasuk terkait BPJS, akses jalan, dan pelayanan dasar lainnya,” ujarnya. (ted)