Minim Petugas : 69.000 Hektar Lebih Kawasan Hutan Kabupaten Barru Sulsel Pengawasan Tidak Maksimal

Oplus_131072

Barru SULSEL radiopena com – Maraknya dugaan tambang galian C yang menggerus hutan, warga melakukan aksi protes, tidak hanya protes, hal ini juga mengakibatkan banjir bercampur lumpur menutupi jalan trans Sulawesi Barru Parepare sehingga terjadi kemacetan sejauh puluhan kilometer, pada Minggu,26//10/2025 sekira pukul 18.00. hingga 23.15 WITA di Mallusetasi, Kabupaten Barru, malam.

Kepala UPT.KPH Dinas Kehutanan Ajattappareng Provinsi Sulawesi Selatan, Armawati Alwy.SP.M.Si Alwy, S.P,.M.Si mengatakan, ” Selaku kepala UPT Kehutanan, mengimbau kepada masyarakat atau pelaku usaha dalam memulai pekerjaan yang dapat menyebabkan bencana besar, tolong bersikap dengan bijak, saling mengingatkan, ujar Armawati, diruang kerjanya, Kantor UPT Dinas Kehutanan Barru, Jalan Sulltan Hasanuddin.

Armawati mengungkap, Untuk kewenangan kami, khususnya wilayah kawasan hutan, yang saya bisa sikapi pengawasannya, pengawasan dengan semaksimal mungkin bersama anggota berupa patroli Polhus dan penyuluh kehutanan tingkat masyarakat, ujarnya.

Dapat dibayangkan Hutan Kawasan di kabupaten Barru, luas 5000 Hektar hanya diawasi petugas satu orang penjaga, dan, maaf semua ini kami ini minim dana, ungkap Armawati Alwy.

Menyikapi pengawasan diluar kawasan, itu bukan kewenangan kami, ” Saya mengimbau, pelaku usaha dan masyarakat, mari bersama sama selalu saling mengingatkan jika ada usaha wilayah kawasan yang dapat menimbulkan bencana besar, silahkan sampaikan.
” tegas Armawati Alwy.

Untuk diketahui, kawasan kehutanan menurut Armawati, ” Ada tiga kategori yang dalam pengawasan ketat diantaranya, Hutan produksi (Hutan lindung) dan hutan lindung diluar konservasi itu diawasi secara langsung oleh kementerian.

” jadi dalam pengawasan kami bersama anggota, kemudian ada terindikasi berada pada batas hutan kawasan, itu kami ingatkan, dan jika tidak diindahkan terpaksa kami laporkan, ” tutup Kepala UPT.KPH Kehutanan Jattappareng,

Dilain tempat, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Barru, Andi Adnan Azis,.S.STP,.M.Si, berkaitan maraknya dugaan pengrusakan lingkungan wilayah Mallusetasi Barru menjelaskan,

” Tentu sebagai kepala dinas, segera melakukan kunjungan lapangan berupa peninjauan, pemantauan untuk melihat secara langsung kondisi kerusakan lingkungan, ujar Kadis Lingkungan Hidup.

Lanjut, segera kelapangan dan tentu berkoordinasi dengan pemangku kepentingan wilayah, pemerintah setempat, dengan harapan, pada saat kunjungan, kami juga minta bertemu dengan pengelola kegiatan, bagaimana ada solusi, ada perbaikan secepatnya dari dampak kerusakan, ” singkat Andi.Adnan Azis.(ap/ham).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *