BARRU SULSEL radiopena.com – Diusia 75 tahun, Haddade warga Cilellang, Kecamatan Mallusetasi Barru, saat kebanyakan orang tua menikmati ketenangan bersama keluarga, Haddade justru menjalani hari-harinya dalam kesulitan yang nyaris tak tersentuh.
Hidup berpindah-pindah di bawah kolong rumah warga, ia hanya ditemani sebuah sepeda tua yang setia memikul pakaian dan barang bawaan satu-satunya harta yang ia punya.
Tanpa istri, tanpa anak, tanpa siapapun, Haddade berpindah pindah setiap harinya, sekadar mencari tempat berteduh dan berharap ada yang berbaik hati memberinya makan.
Tubuhnya semakin melemah.Haddade tetap menyimpan satu harapan sederhana: bisa pulang ke kampung halamannya di Toli-Toli, Sulawesi Tengah tempat di mana ia dulu memulai hidupnya.
(SPR) warga Kampung Baru Palanro, selama ini menjadi satu-satunya sosok yang memperhatikannya. Setiap melihat Haddade, rasa iba selalu muncul.
“Ya beginilah nasib orang ini… tak ada yang benar-benar peduli,” ucap SPR dengan mata berkaca-kaca, Minggu (16/11/2025).
Walau selama ini SPR membantu menyediakan makan bagi Haddade, saat ini keadaan tak lagi memungkinkan.
“Untuk makan sehari-hari, kami masih sanggup. Tapi besok saya harus ke Makassar untuk berobat. Kalau kami pergi, siapa lagi yang akan mengurus orang tua ini, Karena itu kami memohon pemerintah… tolong pulangkan beliau ke kampung halamannya,” ujar (SPR).
Mengetahui hal ini, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Barru Andi Sarifuddin, berjanji akan segera menindak lanjuti.
“ Kami akan mengusahakan secepatnya memulangkan Pak Haddade, setelah berkomunikasi dengan semua pihak, terutama keluarga beliau di Toli-Toli jika masih ada,” tegas Kadis Sosial.
Dilain tempat Kabid (Nirmala Salman) turut memastikan langkah cepat akan diambil.
.
“ Sesuai arahan pimpinan, kami segera melakukan pendataan dan mempersiapkan proses pemulangan Pak Haddade,” tegas Nirmala.
Di balik tubuh rapuh dan langkah yang semakin pendek itu, Haddade hanya ingin satu hal yang mungkin bagi sebagian orang terdengar sepele “pulang”.
Pulang ke tempat di mana ia berharap masih ada yang mengenal namanya.
Pulang sebelum umur menutup mata.
Semoga, sebelum terlambat, harapan sederhana itu bisa terkabul.(ap/ham)









