Bupati Pangkep : Retret Jambore Kepala Desa Adalah Ruang Pembinaan Memperkuat Karakter Kepemimpinan Kades

Oplus_131072

PANGKEP SULSEL radiopena.com – Bupati Pangkep Muhammad Yusran Lalogau, apresiasi dan mendukung penuh pelaksanaan retret dan Jambore Kepala Desa se-Sulsel, yang pelaksanaannya berlangsung di RINDAM XIV Hasanuddin, Jumat (12/12/2025)

Bupati Pangkep mengatakan, kegiatan ini bukan sekadar pertemuan, tetapi ruang pembinaan untuk memperkuat karakter kepemimpinan para kepala desa.

“Kita ingin kepala desa semakin disiplin, semakin kompak, dan semakin siap memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” ujar
Muhammad Yusran Lalogau (MYL)

MYL menegaskan pentingnya peningkatan kapasitas kepala desa melalui pembekalan dan pelatihan yang diberikan dalam kegiatan ini.

Bupati Pangkep dua periode ini menuturkan, Retret dan jambore ini memberikan banyak manfaat, mulai dari pembentukan mental, peningkatan kecakapan, sampai penanaman nilai-nilai kepemimpinan yang modern.

” Kami berharap peserta kembali ke daerah masing-masing dengan semangat baru dan gagasan baru untuk membangun desa,” jelasnya.

MYL juga mengucapkan apresiasi dengan adanya penghargaan, pin, serta pemilihan proposal terbaik yang akan didukung oleh Pemerintah Provinsi Sulsel

MYL berharap kegiatan berlangsung selama empat hari ini memberi hasil nyata bagi peningkatan kualitas tata kelola desa.

“ Harapan kita sederhana, kepala desa semakin berkualitas, semakin responsif, dan membawa desanya semakin maju. Dengan sinergi dan kekompakan, kita yakin desa-desa di Sulawesi Selatan termasuk di Pangkep akan semakin berkembang,” tutup Bupati Pangkep.

Dilain tempat, salah seorang Kepala Desa, menyampaikan rasa syukur dapat mengikuti kegiatan retret dan Jambore Kepala Desa se-Sulsel.

Retret ini memberi banyak pengalaman baru, terutama dalam hal kedisiplinan, kepemimpinan, dan membangun karakter sebagai kepala desa.

Kades Tampaang menilai kegiatan ini sangat bermanfaat bagi kepala desa, khususnya yang berasal dari wilayah kepulauan seperti di Kecamatan Liukang.

“ Bagi kami yang berada di wilayah terpencil dan kepulauan, pembekalan seperti ini sangat penting. Banyak hal yang bisa kami pelajari untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat, mulai dari manajemen pemerintahan desa hingga cara menyusun program yang lebih efektif,” ujar Aspar.(ted)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *