BANYUWANGI JATIM radiopena – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Banyuwangi awali langkah besar guna perkuat tata kelola pemerintahan yang bersih. Bertempat di Aula Sahardjo,Lapas II A Banyuwangi Rabu (04/02/2026).
Deklarasi jajaran Lapas Banyuwangi dalam Pembangunan Zona Integritas (ZI) yang ditandai dengan penandatanganan komitmen bersama menuju Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM).
Diikuti seluruh pegawai sebagai bentuk konsistensi setelah sebelumnya pada tahun 2023 Lapas Banyuwangi sukses meraih predikat Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK), dengan semangat yang lebih kuat, Lapas di ujung timur Pulau Jawa ini bersiap meningkatkan standar pelayanan dan integritas demi meraih predikat tertinggi, yakni WBBM.
Kepala Lapas Banyuwangi, I Wayan Nurasta Wibawa, usai melakukan penandatanganan menegaskan, bahwa komitmen ini bukan sekadar seremonial di atas kertas. Ia meminta seluruh jajarannya dapat mengimplementasikan poin-poin komitmen tersebut dengan sebaik-baiknya dalam tugas sehari-hari.
“ Predikat WBK telah kita raih, namun tantangan selanjutnya jauh lebih besar, yaitu WBBM. Tekad untuk meraih WBBM ini bukan milik pimpinan saja, melainkan milik kita bersama,” ujar Wayan dalam arahannya.
Wayan menekankan agar seluruh pegawai tidak memandang WBBM hanya sebagai pencapaian administratif atau formalitas belaka.
Menurutnya, esensi dari ZI adalah adanya perubahan nyata yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat maupun warga binaan. Ia menginstruksikan agar komitmen tersebut diwujudkan melalui aksi nyata yang memberikan dampak positif.
“Hasil memang penting, tetapi bukan merupakan tujuan akhir. Proses dalam mencapai tujuan itulah yang perlu kita perhatikan secara mendalam” tegasnya.
“Tentu sangat penting seorang pimpinan harus menjadi role model atau teladan bagi bawahannya dalam menjunjung tinggi nilai-nilai integritas,” pungkasnya.(ymk)
Related News
13 Desa Kelurahan di Pangkep Gelar Posyandu Era Baru Ketua TP PKK Pangkep, Nurlita Wulan Purnama didampingi kepala dinas PMD Pangkep dan sejumlah pengurus PKK memantau pelayanan Posyandu Era Baru di desa Pitue, kecamatana M’rang, kabupaten Pangkep,Rabu(29/4/2026). Memperingati Hari Posyandu Nasional jatuh pada 29 April, Pemerintah Kabupaten Pangkep menggelar Posyandu Era Baru secara serentak di 103 desa dan kelurahan. Program ini menghadirkan layanan terpadu yang tidak hanya fokus pada kesehatan, juga mencakup enam Standar Pelayanan Minimal (SPM) untuk menjawab berbagai kebutuhan masyarakat. Ketua TP PKK Kabupaten Pangkep, Nurlita Wulan Purnama, menyampaikan, Posyandu Era Baru kini tidak hanya berfokus pada layanan kesehatan, tetapi juga mencakup enam Standar Pelayanan Minimal (SPM), yakni kesehatan, pendidikan, pekerjaan umum, perumahan rakyat, ketenteraman dan ketertiban umum (Linmas), serta sosial. Hal ini bertujuan yntuk menghadirkan pelayanan terpadu bagi masyarakat, sehingga berbagai persoalan di desa dapat diselesaikan melalui satu pintu pelayanan. “ Jadi seluruh keluhan masyarakat terkait enam bidang tadi bisa tercover dalam satu Posyandu di setiap desa,” ujarnya. Keterlibatan pemerintah desa bersama PKK sangat perlu mensosialisasikan enam SPM agar masyarakat mengetahui layanan yang tersedia dan dapat menyampaikan berbagai keluhan maupun aspirasi. ” Aspirasi masyarakat itu diharapkan dapat dibawa ke forum Musrenbang untuk ditindaklanjuti dalam program pembangunan desa, ” tambahnya. Menurut Kepala Desa Pitue, Muhammad Nasrul Munir bahwa pihaknya menciptakan nuansa estetik agar masyarakat tertarik datang ke Posyandu. Ketika inovasi yang dihadirkan menarik dan kreatif, hal itu mampu mendorong masyarakat sasaran untuk datang ke Posyandu. “Masayarakat tidak hanya datang ke Posyandu untuk pemeriksaan kesehatan dan penimbangan. Tetapi mereka juga hadir membawa berbagai keluhan, termasuk terkait BPJS, akses jalan, dan pelayanan dasar lainnya,” ujarnya. (ted)